Never Expected It, Dude

Posted in humor on June 27, 2009 by metadeklug

Jadi, sepulangnya dari mengawas ujian Teori Khusus yang Umumnya Belum Terbantahkan, dua fisikawan kita berencana  makan bersama di warung seorang janda bernama Upik Banun yang bernama Tempat Biasa.

(nama yang unik; setiap orang seakan dibuat akrab dan menjadi pelanggan secara otomatis karena setiap kali akan makan, walaupun baru pernah mencoba sekali, tetap saja akan bilang,’ Makan di tempat biasa yuk!’. Ya ya ya, sama saja kan bunyinya mau pakai huruf kapital atau tidak?)

YSL sebelumnya mengajak pacarnya yang diawasnya untuk ujian itu ikut serta.

(oh iya, sebenarnya pacarnya itu sudah selesai 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, tapi YSL minta ditungguin karena harus mengumpulkan berkas ujian anak-anak yang lain. Akhirnya menunggulah sang pacar di kelas dengan YSL duduk di sebelahnya. Setelah gadis itu mengumpulkan berkas ke meja pengawas, bak anak kecil yang mendapat mainan baru YSL menceritakan perbincangannya dengan si AS, yang membuat sang gadis terkikik-kikik penuh kemenangan sambil sekali-sekali meng-gesture ke arah AS. Hal ini membuat AS sangat malu sampai-sampai ia ingin rasanya bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri)

Tapi ternyata si gadis sedang punya urusan bisnis sepulang ujian kali ini(yaitu melelang Kawat Gigi Legendaris kakeknya yang konon pernah bertemu dengan Klan Generasi Robot TrOILETers (robot pembersih toilet) di Antartika), sehingga tidak bisa ikut. YSL bertanya apakah boleh ia berpura-pura bilang pada AS bahwa YSL menyuruhnya pulang saja ke rumah karena dia tidak butuh gadis itu hari ini. Sang Gadis langsung menamparnya dengan sepatu saat AS berpaling ke arah lain, dan sembari meringis kesakitan YSL berkata bahwa ia hanya BERPURA-PURAA. Tujuannya adalah membuat AS makin cemburu karena seakan-akan YSL bisa membuat si Gadis datang pada YSL KAPANPUN YSL inginkan. Bayangkan prestiseku di depannya yang makin bertambah saat ia mendengarku dapat menyuruh-nyuruhmu yang demikian sempurna ini, Adiaak Sayaang, pinta YSL penuh harap. Akhirnya sang Gadis bersedia juga dan langsung pergi dari kelas karena dia sudah terlambat empat jam untuk acara pelelangan itu.

… Lalu YSL menceritakan hal yang sudah disusun tadi kepada AS,

… yang ternyata merespon tepat seperti yang diharapkan.

AS bahkan setelah itu semakin yakin untuk membunuh dirinya dengan DUA kali tembakan beruntun.

Dan di meja makan di Tempat Biasa, betapa bertambah kekagumannya pada YSL, fisikwan t******* temannya itu, karena ia bercerita tentang pertemuannya dengan sang gadis.

(-nya di sini, adalah YSL, bukan AS)

‘You’d better do everything sincerely, Dude. I never expected it before, that she is THAT rich. Yang aku tahu handphonenya sangat biasa saat bertemu denganku, dan apa yang kupikirkan? Aku sangat brsyukur dapat bertemu dengannya. Itu saja.’

Dengan tenang YSL menyuap gulai kepala kerbau khas Tempat Biasa yang dihidangkan Upik Banun kepadanya. AS merasa seakan-akan dia baru di-punch dengan beton seberat 102 ton berlapis titanium yang berkarat.

Tapi paling tidak, dia tak jadi berpikir untuk bunuh diri.

(shrugged)

Top-Infinite Most Beautiful Things

Posted in LoVe on June 25, 2009 by metadeklug

1. Karena engkau begitu passionate dengan hidupmu, dengan fisikamu, dengan segala mimpi-mimpimu

2. Karena engkau begitu terpesona dengan hal-hal yang membuatku terpesona; kebudayaan Minang kita, Amerika, filosofi, film, lagu, lagu klasik, Kla Project, Islam, liberalisme, Hamka, Sjahrir, Natsir, Hatta, teknologi, puisi, patriotisme, romantika, Harry Potter, New England, manis-pedas, sejarah,

(list yang akan selalu bertambah dan bertambah)

~. Karena engkau adalah engkau

PS: Ini buat Uda… :)

Reuni SD

Posted in pengalaman on June 12, 2009 by metadeklug

Enam tahun tentu bukan waktu yang sebentar untuk dilalui bersama-sama, apalagi untuk dimensi pikiran anak-anak usia maksimal 12-13 tahun.
Dan 6 tahun berikutnya, saat ada kesempatan untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan seperjuangan masa SD, wowww menakjubkan melihat kemajuan-kemajuan kami:).
Teman SD saya berjumlah 49 orang. Tapi yang bisa terlacak jejaknya baru 15-an orang. Atau bahkan kurang. Tak percaya rasanya, bisa melupakan nama-nama lengkap mereka padahal dulu otak ini sempat sombong karena merasa tak akan lupa(maklum, enam tahun bersama di kelas yang sama tentu kepala sudah terbiasa menghafal nama tiap anak).
SD saya terletak di daerah kotamadya Yogyakarta. Dulu dia terbagi dua, SD Jetisharjo I dan II. Sekarang sudah dimerger, dan lumayan banyaak sekali perubahan yang terjadi.Terakhir kali ke sana, mushola bagian bawah yang dulunya ruang apaa gitu, sudah berubah menjadi perpustakaan yang menyadarkan saya betapa beratnya buku-buku bacaan yang harus dilahap oleh anak-anak SD Indonesia di masa kini.
Sejak kelas satu sampai kelas 5, kalau tidak salah kira-kira ada 40-an total murid di kelas kami yang secara konstan selalu bersama-sama. Baru pada kelas 6 kelas dibagi 2, kelas 6A dan 6B, dengan tambahan beberapa orang lagi yang menggenapi kelas jadi mempunyai pas 50 anak.
Kalau diingat-ingat, masa SD itu benar-benar penuh warna yaa, he he he:). Ternyata sejak kecil saya sudah punya bakat konspiratif. Jadi, ceritanya, di masa itu saya masih merasa tidak cantik dan sering sekali minder dan menggolongkan diri ke dalam anak-anak yang kuper atau nerd. Nah, dalam perspektif saya di masa itu, ada hierarki yang telah terbentuk di kalangan pergaulan murid wanita. Yang satu adalah kelompok anak-anak gaul, cantik, dan supel yang merupakan sentra perjodohan dan gosip angkatan, dan yang satu lagi adalah kelompok anak-anak yang lebih laid-back dan cenderung masih polos. Ada juga sihh anak-anak yang saya kategorikan kelompok netral; tidak begitu laid-back tapi juga tidak begitu dinamis dalam bergosip, hi hi hi.

Nah, kebetulan waktu itu saya sebagai si nerd(maybe the one and only), merasa iri dengan kelompok hierarki pertama, yang kemudian saya sebut geng Menindivi, hmm atau Menindifi, saya juga lupa, ha ha ha… yang merupakan singkatan dari Meli, Ninsya, Dian, Diah, Dinda, Fitri, aduuh siapa lagii yaa saya lupa… yang kemudian saya hembuskan angin provokasi bahwa merekalah The Bad Girls yang mengganggu ketentraman pergaulan murid wanita di kelas. Padahal, saya cuma iri karena mereka tidak pernah berbagi cerita atau gosip dengan saya, dan karenanya saya merasa selalu dimanfaatkan terutama dalam soal pelajaran(hak hak hak GR sekalii!). Padahal, kenyataannya mereka itu bahkan lebih pintar dari saya dalam soal matematika!
Lucunya(yahh meskipun menurut pendapat saya saja waktu itu),anak-anak dari kelompok hierarki yang lain terprovokasi juga mendengar hasutan saya waktu itu. Ya ampuun politik saya waktu itu jahat sekalii yaa:(.
Akhirnya kelompok Menindivi tahu kalo sayalah provokatornya. Digencet rame-rame deh, he he he. Kalo ga salah itu tuh satu bulan selama masa ujian kelulusan SD, nggak ada satu orang pun di kelas yang mau ngobrol sama saya kecuali Mbak Daniar(apa kabar, Mbak?:)). Guru-guru yang waktu itu kasihan melihat saya dikucilkan mencoba mendamaikan, dan saya malah mengarang-ngarang cerita sendiri tentang kakak sepupu khayalan saya yang saya benci yang saya juluki Menindivi, dan bahwa saya hanyalah korban kesalahpahaman geng Menindivi(bingung? Well, jadi intinya, saya mengarang-ngarang cerita bahwa geng Menindivi itu salah paham dengan mengira bahwa merekalah yang saya benci) … tak ada satu pun guru yang paham mengapa saya bercerita hal yang demikian membingungkan seperti itu(ehm, tampaknya), dan memaksa kami semua berdamaian. Hm… kayanya saya tetap jadi anak emas para guru deh, kyaa ha ha…
Dan sekarang, setelah waoowww berapa lama yaa sejak kami bermusuh2an seperti itu dan akhirnya berteman lagi, perlahan-lahan kami saling bertemu kembalii:). Wah, ternyata mereka semua sukses-sukses. Diah dan Dian, si dua sejoli, masing-masing bakal jadi ahli biologi dan hukum yang hebat. Meli si cantik ternyata jadi kakak angkatan saya. Ita, salah seorang yang saya anggap hierarki laid back, ternyata sudah melanglangbuana ke Eropa dan somehow I’m connected with her dengan teman-teman SMA saya di Bandung karena mereka sama-sama ikut AFS. Mbak Daniar juga akan jadi seorang insinyur kimia yang hebat.
Yang bikin saya sangat senang, si Dinda… ternyata dia juga belajar Fisika kaya sayaa! Wah, saya nggak sabar lagi untuk bisa ketemuan dengan mereka saat reuni suatu hari nanti.
Kapan ya?

Rencana Terindah

Posted in projects on June 6, 2009 by metadeklug

Dia sering sekali memandang segala sesuatu dari sisi yang terburuk. Dan kata-kata itu… semakin membuatnya merasa yakin, untuk setiap hari, setiap saat, untuk tetap pada pendirian seperti itu.

Dia baru saja membuka blog itu, salah satu hal yang biasa dilakukannya secara rutin hampir setiap hari. Kata-kata yang sama yang dibacanya berulang-ulang itu, deretan postingan yang tidak bertambah karena si pemilik tidak pernah punya cukup waktu untuk mengisinya dengan tulisan baru- dia tahu, sering kali karena si pemilik terlalu sibuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari- entah kenapa- tidak pernah membuatnya merasa bosan untuk membacanya.

Dia paling menyukai kata-kata ini dalam blog itu: kenyataan bahwa

sesungguhnya tawa beralaskan tangis yang melapuk dan tangis beralaskan tawa usang di masa lalu.

Dia sedang lelah. Dia sudah capai menjalani hal yang sama selama bertahun-tahun. Dan mungkin inilah saat-saat kulminasi dari perasaan tertekan itu, saat dia akhirnya bertengkar… untuk yang kesekian kalinya. Dengan Rajanya sendiri.

Dia menghela napas panjang. Di luar gelap, namun ironisnya alam tak mau berkompromi dengan suasana hatinya saat ini. Dia selalu suka membayangkan bahwa setiap kali dia menangis(lagi), seharusnya tidak ada ‘pesta’ dalam bentuk seperti ini. Seharusnya yang ada adalah petir yang menyambar-nyambar seakan-akan memuntahkan kemarahan langit … sehingga dia bisa ikut berteriak-teriak histeris bersama halilintar itu, menumpahkan kefrustasian dan kemarahan yang dirasakannya. Bukannya langit dengan bintang yang berkelap-kelip dengan imutnya itu, seolah-olah mengajaknya bercanda sambil berkata, ‘Hey, ayolah, lupakan duka dan murkamu!’. Bukannya angin sepoi-sepoi yang ramah seperti ini yang ingin dirasakannya sekarang. Seharusnya awan meluluh menjadi air… berlinang-linang ke bawah seperti air matanya saat ini, menggambarkan dan menceritakan pada dunia betapa pilu hatinya.

Jika memang semuanya hanyalah siklus yang terjadi secara bergantian… tawa yang selalu berganti dengan duka, dan sedih yang selalu berganti dengan kegembiraan… lantas, untuk apa kita harus terlalu menghayati semuanya? Mengapa kita harus terlalu menghayati yang namanya hidup ini? Tak bisakah kita beristirahat sejenak, dan melupakan saja apa yang terjadi? Dia sadar, mungkin yang dirasakannya adalah trauma karena hatinya yang selalu dibolak-balikkan antara perasaan miris dan bahagia, antara cinta dan benci, antara kemunafikan dan kekonsistenan niat.

Dan kali ini dia merasakan bahwa mungkin inilah salah satu titik ternadir dalam hidupnya sejauh ini… dan mungkin, tak akan ada lagi jalan untuk kembali.

Dia menyesal karena sempat menyerahkan seluruh hatinya pada laki-laki itu. Mengapa tidak diikutinya saja saran Ma dan Pa, untuk selalu mencadangkan 5% ruang kosong di hatinya untuk perasaan netral?

Tapi, pekiknya dalam hati, mencari pembelaan, aku kan tidak pernah tidak memandang segala sesuatu dari sisi terburuknya! Tidakkah itu cukup? Mengapa tidak boleh kuserahkan saja sluruh hatiku sambil terus bersiap untuk kemungkinan terburuk?

…Sekarang dia tahu betapa sakitnya… jika kita sangat mencintai sesuatu dan sesuatu itu memilih meninggalkan kita.

Dia sudah terbayang plot yang akan terjadi sesudah ini. Tidak, tak akan ada lagi permohonan maaf dari Sang Raja sebagai tanda mengalahnya laki-laki itu pada dirinya, karena masih mencintainya. Dia tahu dia sudah kelewat kekanak-kanakan kali ini, tak akan ada seorang pun yang tahan dengannya. Oh, betapa dia takut saat-saat seperti ini akan datang! Akhirnya dia akan selalu sendirian dan tak dipedulikan. Karena ia terlalu malas untuk mempedulikan.

Untuk apa? rutuknya dalam hati. Untuk suatu saat dicampakkan lagi seperti ini, untuk suatu saat ditinggalkan lagi padahal kita sudah memberikan seluruh usaha yang kita punya?

Suara-suara menggema dalam kepalanya, dan dia kembali… menangis. Sejadi-jadinya.

Kriiing!!

… Sampai akhirnya telepon genggamnya berbunyi… dengan menampilkan nama yang diharap-harapkannya itu di layar!

Dia hampir tak percaya saat tenyata dia masih lolos dari kemungkinan terburuk itu sekali lagi. Sang Rajalah yang justru meminta untuk kembali kepadanya…

Di antara berbagai macam skenario terburuk yang berseliweran di kepalanya, ternyata yang dialaminya justru yang terbaik.

Mereka akan bersama lagi.

Oh Allah, bisiknya dalam hati,

tolonglah… berikan selalu rencana terindah-Mu padaku seperti hari ini.

[ya ampun makin dibaca makin cheesy saja...

anyway, love u, honey!:) ]

Rindu Alam

Posted in pengalaman on May 26, 2009 by metadeklug

Hm. Ini bukan sedang promosi restoran dengan nama yang sama di Puncak.

Sebenarnya di hati kecil ini, ternyata saya sedang memendam kerinduan pada alam. Yeah, literally. Saya kangen kemping! Saya kangen untuk menghirup udara yang segar bersih dari polusi perkotaan. Ingin memandang hamparan rumput kehijauan di sekeliling saya sambil tidur-tiduran di atas tikar bambu ditemani sandwich dan jus jeruk(seperti waktu kecil dulu- sering piknik sekeluarga, cuma yang ada nasi balado bukan sandwich). Tapii… nggak pengen juga sih kalo harus tidur dalam tenda yang super dingin seperti waktu kemping bareng FMIPA 2007.

Sebenarnya sudah cukup terbiasa jalan-jalan ke alam. Dulu waktu masih SD, sering banget diajak Papa Mama jalan-jalan ke Tawangmangu. Sampe di sana kerjaannya duduk-duduk, makan sate kelinci(hm, itu di Tawangmangu apa Batu Raden ya?), dan naik kuda. Akibatnya setiap akhir pekan merengek-rengek terus minta ke sana karena ketagihan naik kuda. Pernah lhoo waku ke sana sama Bang Firdaus, sepupu, kami yang masih anak-anak itu dilepas naik kuda sendiri sama mang-mangnya. Rasanya asyik banget, berasa jadi mandiri gitu, hi hi hi. Padahal kudanya aja yang udah jinak dan udah ngerti jalur perjalanan.

Pas SD juga pertama kalinya bisa pergi kemping. Tapi itu juga acara wajib karena ikut pramuka. Pertama kalinya kemping itu, biar cuma tiga hari, ternyata pada malam pertama menginap aja udah stres. Soalnya kamar mandinya jelek banget. Pada kemah kedua dan ketiga, udah terbiasa. Ternyata kuncinya kemah-kemah macem ini adalah siap mental aja. Jangan bawa banyak barang, dan nikmati saja kesederhanaan hidup yang cuma sementara sebobrok apapun keadaan kamar mandinyaa, ha ha.

Pas SMP, hajatan terbesar ke alam adalah sewaktu pengukuhan kenaikan tingkat ekskul Tae Kwon Do. Kami berjalan 25 km di Gunung Manglayang dan tidur di gubuk tua reyot milik seorang nenek-nenek. Dari perjalanan ini saya belajar satu hal: jangan kebanyakan minum deh kalo lagi jalan-jalan ke alam… alasannya? Rahasia, he he he… memalukan soalnya. Yang saya nikmati dari perjalanan kali ini haya waktu makan indomie malam-malam di bawah bintang-bintang. Untung cuacanya cerah. Nilai tambah plus lainnya, saya jadi siap mental kalo harus jalan jauh.

Pas SMA, kalau nggak salah dua kali ikut outbond, dua-duanya acara DKM. Yang satu ke Kawah Putih, yang satu lagi lupa ke mana. Tapi saya nggak pernah jadi panitia, males survey. Perjalanan di Kawah Putih ini cukup konyol. Tujuan kita adalah kawahnya, dan sudah ada jalan bagus sejauh 100 meter ke kawah itu. Tapi karena judulnya outbond, panitia memaksa peserta mangambil jalan memutar dan menanjak untuk sampai ke sana. Yang paling tidak saya suka adalah keterpaksaan shalat yang tidak bersih. Padahal kan kami anak DKM, tapi kok yaa waktu dan tempat shalatnya kayanya kurang diperhatikan.

Pas kuliah, ternyata dapat rejeki sekali kemping dan sekali outbond di tingkat satu. Yang kemping adalah dalam rangka silaturrahmi keluarga besar FMIPA 2007. Yang outbond adalah karena ikutan workshop KK Fisika Bumi. Di acara yang kedua, kami sempat nyasar karena akang pemandunya salah ambil jalan. Tapi mata dan hati terpuaskan karena kami kami melewati pemandangan kebun teh yang baguus banget.

Nah… di liburan kali ini, sebenarnya ada lagi kemping se-mahasiswa kampus. Tapi males ikut soalnya pakai nginep-nginep segala. Serindu-rindunya pada alam, yang saya sukai adalah kegiatan piknik biasa yang ada kamar mandi bagusnya dan makanan enak yang disiapkan on purpose. Hmm, kayanya saya mau main ke pantai aja di Yogya dan makan lobster. Moga-moga bisa kesampaian di liburan kali ini.

Nice Shot

Posted in humor on May 25, 2009 by metadeklug

Dua orang fisikawan laki-laki(yang satu ************physicist yang satu lagi astrophycisist) yang hidupnya senantiasa berjuang melawan (ancaman) kebokekan karena hidup di Indonesia itu sedang ngobrol sambil mengawas ujian Teori Khusus yang Umumnya Belum Terbantahkan.

Astrophysicist(AS): itu pacar kamu? (sambil menunjuk salah seorang peserta ujian)

Yang satu lagi(YSL): (mengangguk)

AS : Payah, kenapa nyarinya yang dari fisika lagi?

YSL: Emang kenapa gitu?

AS : Tuh, di deket gedung matematika kan ada banyak anak teknik industri… biar dapurnya ngebul.

YSL : Ah, dia juga dapurnya ngebul kok

AS : Pacarku kerja di Pertamina, dulunya anak TI, he he he sudah pasti Insya Allah dapurku ngebul(nada membanggakan diri)

YSL : Dia ngewarisin sebuah bank (nada biasa aja)

AS : (terdiam)

YSL : (dalam hati bilang, ‘Ha! How about that!’)

Nice Weekend^_^

Posted in refreshing on May 23, 2009 by metadeklug

Weekend yang menyenangkaan. Sejujurnya, dalam perkuliahan seorang mahasiswi di kampus tercinta ini, maka saat-saat inilah dalam satu semester yang paliing saya suka dan nantikan!

Saat-saat favorit ini hanya terjadi sekali tiap dua semester. Pada saat akhir semester genap. Pada saat ujian-ujian satu per satu berakhir dan nilai yang dinantikan hasilnya belum keluar. Sensasi deg2annya dapet, sensasi kepuasannya dapet(kalo bisa ngerjain ujiannya), sensasi santainya juga dapet, dan yang terpenting… liburan di depan mataa! Hmm, ini baru namanya kuliaah.

Memasuki liburan panjang ini, saya merencanakan mengambil semester pendek. Mata kuliahnya Studi Mandiri Terpantau, tentang solusi PDE. Tapi tampaknya waktu juga akan tersita untuk belajar bahasa C supaya entar nggak kaget pas ngambil matkul Fisika Komputasi. Belum lagi kayanya harus ngereview ulang ****** soalnya suka nggak ngerti kalo diterangin sama dosen satu itu, hu hu…

Kayanya mulai dari sekarang harus bener2 latihan berhenti ngunduh hal2 yang nggak penting di internet, hu hu hu sayaang waktuu:p.

Precious Lesson

Posted in pengalaman on May 22, 2009 by metadeklug

Buat cewek dan wanita dan perempuan mana pun… Makanya jangan kebanyakan lagak.

Baca ini.

John Mayer

Posted in LoVe on May 22, 2009 by metadeklug

Oh, oh gravity… it’s working against me

Uda suka banget sama lagu ini. Katanya melodi gitarnya bagus banget. Dan inilah lagu yang menurutnya menobatkan John Mayer jadi salah satu gitaris sepanjang zaman.

Tapi kata gue…

Melodinya bikin ngantuk, hi hi hi.

Ga papa deh. Kan kita saling melengkapi yaa Uda;p

Bayi Ajaib

Posted in projects on May 22, 2009 by metadeklug

I bet this title will attract any sane people:p.

Bayi Ajaib, insya Allah, akan selalu menjadi proyek diri saya. Mungkin bau-bau bahasanya seperti Dewi Lestari, tapi pasti semuanya  setuju kalau noraknya berkali-kali lipat gaya bahasa pentolan RSD itu. Bayi Ajaib…Bayi Ajaib… semakin ditelaah, tidakkah semakin dia mengingatkanmu akan cerita-cerita konyol macam si Oneng dan Kaus Kaki Ajaibnya, atau si serial norak bin ngawur Tuyul dan Mbak Yul?? Wkwkwkwk…

Nah, jadii Bayi Ajaib tahun ini dan maksimal(amiin) 3 tahun ke depan adalah menamatkan kuliah di Fisika tercintaa.

Ngomong-ngomong, proyek Bayi Ajaib hari ini yaitu UAS Termodinamika, alhamdulillah dengan sukses telah PUAS dikerjakan. Ha ha ha… miris rasanya ngomong kaya gini. Habisnya, saya khawatir aja kalau bilang-bilang yakin bisa, ntar malah nggak lulus lagi(kaya waktu Mekanika dulu, hu hu hu… 3 poin yang menyakitkan!). Tapi saya bersyukur deh bisa merasa bisa mengerjakannya, hi hi hi.