Never Expected It, Dude

June 27, 2009 at 5:18 pm (humor)

Jadi, sepulangnya dari mengawas ujian Teori Khusus yang Umumnya Belum Terbantahkan, dua fisikawan kita berencana  makan bersama di warung seorang janda bernama Upik Banun yang bernama Tempat Biasa.

(nama yang unik; setiap orang seakan dibuat akrab dan menjadi pelanggan secara otomatis karena setiap kali akan makan, walaupun baru pernah mencoba sekali, tetap saja akan bilang,’ Makan di tempat biasa yuk!’. Ya ya ya, sama saja kan bunyinya mau pakai huruf kapital atau tidak?)

YSL sebelumnya mengajak pacarnya yang diawasnya untuk ujian itu ikut serta.

(oh iya, sebenarnya pacarnya itu sudah selesai 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, tapi YSL minta ditungguin karena harus mengumpulkan berkas ujian anak-anak yang lain. Akhirnya menunggulah sang pacar di kelas dengan YSL duduk di sebelahnya. Setelah gadis itu mengumpulkan berkas ke meja pengawas, bak anak kecil yang mendapat mainan baru YSL menceritakan perbincangannya dengan si AS, yang membuat sang gadis terkikik-kikik penuh kemenangan sambil sekali-sekali meng-gesture ke arah AS. Hal ini membuat AS sangat malu sampai-sampai ia ingin rasanya bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri)

Tapi ternyata si gadis sedang punya urusan bisnis sepulang ujian kali ini(yaitu melelang Kawat Gigi Legendaris kakeknya yang konon pernah bertemu dengan Klan Generasi Robot TrOILETers (robot pembersih toilet) di Antartika), sehingga tidak bisa ikut. YSL bertanya apakah boleh ia berpura-pura bilang pada AS bahwa YSL menyuruhnya pulang saja ke rumah karena dia tidak butuh gadis itu hari ini. Sang Gadis langsung menamparnya dengan sepatu saat AS berpaling ke arah lain, dan sembari meringis kesakitan YSL berkata bahwa ia hanya BERPURA-PURAA. Tujuannya adalah membuat AS makin cemburu karena seakan-akan YSL bisa membuat si Gadis datang pada YSL KAPANPUN YSL inginkan. Bayangkan prestiseku di depannya yang makin bertambah saat ia mendengarku dapat menyuruh-nyuruhmu yang demikian sempurna ini, Adiaak Sayaang, pinta YSL penuh harap. Akhirnya sang Gadis bersedia juga dan langsung pergi dari kelas karena dia sudah terlambat empat jam untuk acara pelelangan itu.

… Lalu YSL menceritakan hal yang sudah disusun tadi kepada AS,

… yang ternyata merespon tepat seperti yang diharapkan.

AS bahkan setelah itu semakin yakin untuk membunuh dirinya dengan DUA kali tembakan beruntun.

Dan di meja makan di Tempat Biasa, betapa bertambah kekagumannya pada YSL, fisikawan t******* temannya itu, karena ia bercerita tentang pertemuannya dengan sang gadis.

(-nya di sini, adalah YSL, bukan AS)

‘You’d better do everything sincerely, Dude. I never expected it before, that she is THAT rich. Yang aku tahu handphonenya sangat biasa saat bertemu denganku, dan apa yang kupikirkan? Aku sangat brsyukur dapat bertemu dengannya. Itu saja.’

Dengan tenang YSL menyuap gulai kepala kerbau khas Tempat Biasa yang dihidangkan Upik Banun kepadanya. AS merasa seakan-akan dia baru di-punch dengan beton seberat 102 ton berlapis titanium yang berkarat.

Tapi paling tidak, dia tak jadi berpikir untuk bunuh diri.

(shrugged)

Post a Comment