Penting Banget

August 23, 2009 at 2:37 am (Uncategorized)

Yang namanya kerja keras, bahkan untuk sesuatu yang kita cintai, rasanya tidak selalu manis. Yang saya rasakan, kebanyakan, malah pahitnya. Hmm… dulu jadi inget kalau saya pernah posting ini… ternyata kalau terlalu lama kaya gitu tidak enak juga untuk badan, terutama untuk otak(bagian kiri! seriously…), tengkuk, bahu, dan mata. Jadi, hiduplah secara proporsional sajaa… kalau ngantuk yaa tidur dulu lah, jangan maksain belajar, toh jadi lemot…

Anywaayy alert, alert! This is the second day of 2009 Ramadhan! Yippeee bentar lagii libur kuliah doong(ha ha ha dasar maunya refreshing ajaa). Yang jelas, akhir2 ini karena saya benar2 konsentrasi dalam belajar(menurut saya lhoo), jadi sering lapar… tak terkecuali saat puasa seperti ini… akhirnya yang terbayang adalah perasaan benar2 puas karena kemaren sebelum puasa sudah makan-ayam-penyet dengan sukses, hmm untuk buka puasa hari ini apaa yaa?

(Postingan saat jangar)

Permalink 1 Comment

Another Way To See

August 20, 2009 at 9:24 pm (pembelajar)

Suddenly I remembered this quote posted by my friend Santi,

the girl who struggle with the world’s uncertainty

‘When everything is bad, what can we do about it?’

Vocabularyly bad it was, I took a beautiful essence out of it

It is, I believe,  a  challenge for a solution, as what I call it

In exactly an appropriate, mature way, what will we do if indeed,

things in our lives’ gone bad and  plans failed…

in this worst condition probably happened there we stucked…

what will we do? what can we do?

for those who bear this seed of majesticity in their big hearts, they will not blame the situation

more will they prepare and repair

for those who bear the potential of narrow-minded thinking and shallow comprehension

more shall  they  destruct and revenge in despair

Permalink 1 Comment

High-Spirited Week

August 20, 2009 at 6:34 am (schuleleben)

So I managed to swallow two-quite-full chapters of Classical Mechanics since two days ago. And believe it or not, I was able to comprehend Mr Rizal’s lectures this morning! Yeah, well, I mean, I think my understanding skill has quite improved… you bet how come:) yaay!

Gotta update this post later… lots of work to do!

Permalink Leave a Comment

happy birthdayy indonesia

August 17, 2009 at 12:36 am (Uncategorized)

sebenarnya saya bukan orang yang nasionalis ato gimana, yang setiap tahunnya ingat untuk memberi selamat hari jadi terhadap negara yang di atas tanahnya saya numpang lahir. hmm… sebenarnya judul posting kali ini cuma karena kebetulan harinya pas dengan hari yang katanya jadi Hari Proklamasi itu.

sebenarnya, saya bersyukur terlahir jadi seorang perempuan berdarah Minang di tanah Jawa loh jinawi Yogyakarta dari keluarga muslim. yeah, secara garis keturunan ini menguntungkan, karena adat Minang yang matrilineal bahkan menetapkan bahwa perempuan dalam keluarga-lah yang mendapat harta warisan, he he he. semua perempuan yang terlahir di bawah adat Minang adalah perempuan-perempuan yang beruntung, karena mereka nasibnya seperti itu. saya… sangat, sangat bersyukur bahwa Allah menganugerahkan latar belakang seperti ini pada saya. dan sejauh yang saya ketahui, di dunia hanya ada dua adat yang begini terhadap perempuan: Minang dan Yahudi. Yang satu bangsa Semith, dan betapa menakjubkan karena kita bisa menemukan suku yang satu lagi ternyata terletak di Sumatra Barat, di suatu wilayah geografis yang kemudian menjadi bagian dari… Indonesia. Inilah yang Indonesia telah wariskan kepada saya. Belum-belum saya sudah kalah satu poin kalau menghitung-hitung apa yang sudah Indonesia berikan kepada saya.

yang kedua, saya ternyata dipilihkan-oleh-Allah-melalui-Indonesia… untuk menjadi anak yang terlahir dalam keluarga muslim. I feel that this is The Greatest Blessing Ever, and hopefully I can always choose this path FOREVER. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, di mana atmosfer keislaman sangat kuat terasa dan saya ingin berusaha menjadi seorang muslimah yang baik. Saya berharap saya bisa terus dengan sadar menjalani takdir sebagai seorang muslimah ini, menjaga terus nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil.

saya tidak bermaksud fanatik terhadap keyakinan saya.

saya ingin dengan sadar saya memilih bagaimana saya beribadah kepada Tuhan saya, dan saya memutuskan untuk memilih Islam. dan saya harap saya menjadi muslim, bukan hanya semata karena saya terlahir dari keluarga muslim di Indonesia. tapi memang somehow, keadaan Indonesia jualah yang semakin memantapkan pilihan saya untuk berIslam. terima kasih, sekali lagi saya hanya bisa bersyukur telah menjadi bagian dari Indonesia.

ketiga, kalau saja saya tidak terlahir di Indonesia. kalau saja saya bukan orang Minang yang kultur pendidikanya sangat tinggi itu, yang merupakan bagian dari Indonesia. Kalau saja buku-buku, komik-komik, kitab-kitab yang saya baca tidak berbahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu saya itu… belum tentu saya bisa merasakan nikmatnya bersekolah di kampus Indonesia ini, tepatnya di Fisika. Masyarakat Indonesia memang kebanyakan belum mencintai dan menghargai sains, namun saya bersyukur menjadi salah satu dari SEDIKIT orang yang berusaha memahaminya di negara ini.  Dear Indonesia, you still have a looong waaayy to go, I salute you a good luck. tapi saya selalu percaya bahwa di setiap hari kamu selalu bisa lebih baik.

Indonesia, saya berterima kasih atas segala yang telah kamu wariskan pada saya. saya nggak akan janji apa-apa. tapi sepanjang hidup saya, saya akan selalu ingat bahwa kamu adalah bagian dari diri saya.

Permalink Leave a Comment

Einstein dan Eddington

August 14, 2009 at 10:53 am (physik, relativitas khusus, relativitas umum)

(Yap, bagi yang sudah nonton filmya… ngobrol tentang ini yuu)

Ini adalah perspektif(pengertian) saya tentang film ini.

Jadi, ini adalah cerita bagaimana teori relativitas umum Einstein dibuktikan dengan eksperimen yang dirancang oleh fisikawan Inggris, Arthur Eddington.

(hei, tampaknya kalau pingin punya anak yang jago fisika, kasih nama dua huruf dengan kata yang berawalan ‘A’ dan ‘E’)

Selama dua ratus tahun, teori Newton tentang gravitasi sudah dapat menjelaskan gerak planet dan benda-benda langit lain secara umum, namun meleset ketika dicoba diterapkan pada penjelasan orbit Merkuri. Hal ini di satu sisi menjadi masalah, karena terlihat bahwa teori Newton tidak lengkap. Namun pada waktu itu, ketiadaan teori yang lebih baik membuat para ilmuwan menerima teori ini sebagai teori yang dapat menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja(gravitasi).

Sementara itu, tahun 1905, Einstein mem-propose suatu teori yang kemudian dikenal sebagai Teori Relativitas Khusus yang bertentangan dengan prinsip yang diterapkan dalam hukum Newton. Perbedaan utama Teori Relativitas Khusus dengan prinsip hukum Newton antara lain adalah:

1. Postulat yang menyatakan bahwa kecepatan cahaya sama di semua kerangka, dan

2. waktu merupakan sesuatu yang sifatnya tidak absolut; waktu berbeda bagi setiap kerangka tergantung kecepatan gerak kerangka itu terhadap suatu acuan tertentu.

Einstein menuangkan gagasan ini dalam papernya yang berjudul Zur Elektrodynamische Bewegter Koerper(On The Electrodynamics of Moving Bodies), yang disadari oleh Eddington dapat berimbas pada (hukum) gravitasi yang di-propose oleh Newton: bagaimana sebenarnya gravitasi bekerja. Eddington kemudian bertanya kepada Einstein bagaimana pendapatnya tentang orbit Merkuri. Ternyata(diceritakan di filmnya), perhitungan teoretis Einstein tentang orbit Merkuri cocok dengan hasil yang didapat di tabel astronomi milik Eddington. Di akhir film, dengan dramatis diceritakan Einstein mendapat ilham bagaimana harus membuktikan teorinya tentang gravitasi (yang kemudian disebut Teori Relativitas Umum) itu setelah hampir ditabrak mobil.

Teori Relativitas Umum mencakup pemahaman baru tentang gravitasi. Einstein mendeskripsikan dengan lebih detil bahwa massa menempati suatu ruang sehingga menyebabkan ruang itu melengkung.  Bayangkan kita membentangkan karpet sehingga karpet itu melayang di atas tanah dengan cara memegang ujung-ujungnya. Karpet ini dianalogikan sebagai ruang. Lalu jatuhkan apel di bagian tengah karpet itu… tentu apel itu akan membuat ruang dari karpet yang ditempatinya melengkung ke bawah. Kemudian jatuhkan kelereng yang ukurannya lebih kecil dari apel dari pinggir karpet. Kelereng akan berusaha bergerak lurus, namun karena sudah ada apel menempati pusat karpet yang mengakibatkan ruang di sekitarnya melengkung, dia menjadi bergerak mengitari apel itu sesuai lengkungan yang telah terbentuk. Nah, seperti inilah kira-kira mekanisme terjadinya peristiwa planet-planet mengitari matahari.

… Akhir cerita, setelah perumusan teori ini Einstein menjadi sangat terkenal sebelum memang akhirnya mendapat Nobel Fisika pada 1921.

Nonton film ini (bagi saya) seperti baca textbook. Berkali-kali diulang sebelum akhirnya (sedikit) mengerti dan merasa, wow, deep banget apa yang ingin disampaikan.

Editor: Uda saiaang:)

Permalink Leave a Comment

The Lagrangian Method(1)

August 12, 2009 at 12:20 pm (mekanika, physik)

Okay, setelah sekian lama menulis postingan2 yang isinya kurang penting, sekarang saatnya kita memulai langkah pertama mem-post hal-hal yang berbau major saya, fisika. Formatnya akan dibuat sesimpel namun sedetail mungkin, karena itu amount-nya bakal kecil-kecil. Oh yeah, karena saya juga masih pemula, mohon beri saya banyak kritikan dan masukan yaa regarding this kind of post, dan semoga kita bisa banyak berdiskusi… dan maaf kalau ternyata setelah baca ini malah tambah nggak ngerti, ha ha ha

The Lagrangian Method

Nah, sebenarnya ada cara pandang lain untuk bisa merumuskan suatu persamaan gerak. Salah satu contoh persamaan gerak adalah , dengan adalah turunan kedua dari fungsi posisi benda yang kita tinjau terhadap waktu. Misalnya, tinjau sebuah pegas horizontal yang ujung satunya diberi massa dan ujung lainnya dipancangkan di dinding. Inget kan waktu SMA, persamaan gerak untuk sistem ini adalah tadi.

Cara pandang lain ini disebut metode Lagrangian. Prosedurnya sebagai berikut:pertama, kita sepakati dulu beberapa definisi yang ada:

Lagrangian
Adalah kombinasi dari energi kinetik (T) dan energi potensial (V) yang dirumuskan dalam persamaan
.
(Cara ngingetnya gampang: kalau T+V=energi total, jadi kalau T-V=Lagrangian! Gitu…)

Dalam kasus pegas yang ujungnya bermassa, karena dan , kita dapatkan
.

Lalu ada Persamaan Euler-Lagrange yang bentuknya

… Sehingga dalam kasus kita tadi, kita dapatkan dan , memberikan persamaan Euler-Lagrange berupa .

Dalam kasus yang lebih general, di mana kita meninjau suatu partikel yang bergerak dalam satu dimensi saja dengan potensial yang kita hanya tahu bernilai V(x),
kita dapatkan Lagrangian kasus ini yaitu:
,
dan persamaan Euler-Lagrange menjadi

… Ya, ternyata turunan pertama dari energi potensial suatu benda terhadap posisinya berupa gaya pada benda itu.

Jika ditinjau dari sudut pandang yang tiga dimensi(dalam koordinat Cartesius), potensial menjadi V(x,y,z), sehingga Lagrangiannya adalah
.
Sehingga kita dapatkan
.

Perhatikan bahwa F dicetak tebal, mengindikasikan bahwa dia bukan F biasa. F berarti dia adalah ‘gaya total’ yang merupakan resultan dari gaya-gaya-yang-bekerja-dalam-arah-masing-masing komponen x,y,z yang bekerja pada benda, seandainya benda itu ditinjau hanya terpengaruh oleh gaya-gaya dari sumbu x, y, z saja.

Bingung? Oke, sekarang contoh soalnya:

Contoh 1: Spring Pendulum

spring pendulum

Tinjau suatu pendulum seperti di atas. Pegasnya diatur untuk tetap lurus dengan membungkuskan si pegas ke batang tak bermassa yang kokoh. Panjang kesetimbangan dari pegas adalah . Misalkan pegasnya mempunyai panjang , dan misalkan sudutnya dengan garis vertikal tersebut sebesar . Diasumsikan bahwa gerakan pendulum tersebut terjadi di bidang yang berdiri vertikal, tentukan persamaan gerak untuk dan .

Solusi:

Energi kinetik terdiri yang menggerakkan benda itu terdiri dari energi kinetik tangensial dan energi kinetik radial, sehingga kita dapatkan total energi kinetiknya
T= +.
Energi potensial didapat dari energi potensial gravitasi , dan energi potensial pegas , sehingga total energi potensialnya

Sehingga kita dapatkan Lagrangiannya adalah
.

Aplikasikan persamaan Euler Lagrange-nya, kita dapatkan dua buah persamaan Euler-Lagrange-nya:

(6.1)
dan


(6.2)

… Lihat betapa praktisnya cara yang satu ini karena kita mendapatkan 6.1 yang merupakan persamaan radial, dan 6.2 yang merupakan pernyataan bahwa torsi yang terjadi pada benda itu setara dengan perubahan momentum angular. Jadi, tanpa perlu banyak corat coret yang lain kita dapatkan dua buah persamaan gerak dari sudut pandang komponen koordinat yang berbeda.

Permalink 2 Comments

Merantau

August 11, 2009 at 12:11 am (Review)

Asyik, asyik, kemaren nonton film lagii.

Nah, jadi ceritanya kali ini kita akan mengeksplorasi kultur budaya Minang(maunya saya sih demikian). Diceritakan seorang pemuda Minang bernama Yuda yang seorang ahli silat harimau(salah satu aliran silat Minang) telah berumur 21 tahun, dan memutuskan untuk merantau ke Jakarta(kayanya sih dari setting filmnya dia dari Bukittinggi). Di tengah jalan dia bertemu pemuda Minang lain bernama-sebut saja Syamsul- yang mengaku telah lebih berpengalaman menghadapi Jakarta, mengajak Yuda mencari uang dengan keahlian silat mereka dengan cara mendaftarkan diri di bandar-judi-beladiri di Jakarta(maksudnya lu bertarung dengan jagoannya si bandar judi dan kalo menang lu dapat uangnya). Yuda menolak karena dia berpendapat silat digunakan untuk kebaikan dan bukannya pameran seperti itu.

Di tengah-tengah masanya mencari-cari pekerjaan dengan tidak jelas di Jakarta(Yuda berniat menjadi pengajar silat), dia jadi terlibat(hmm gue pikir dia melibat-libatkan dirinya sendiri) perkelahian dengan sindikat pelacuran karena berniat menolong seorang gadis anggota sindikat itu yang diperlakukan secara semena-mena.

For that effort to release such a Minang backgrounded movie, I appreciate that. Saya senang karena latar belakang itu terasa seperti kawan lama yang menyapa di awal-awal film, ‘halo Meta, kami adalah bagian inheren dari diri kamu, apa kabar? sudahkah kamu cukup mengenal kami?’. Yah, despite I prefer silek tuo(silat tua)-ism more than silek harimau-ism. Ide ceritanya juga cukup unik, mengangkat seseorang yang menghandalkan beladiri Minang untuk hidup, dan untuk merantau ke Jakarta pula. Hm, terasa familiar… apakah G.H. Evans terinspirasi oleh jalan hidup Andrie Wongso? ha ha ha

Sayangnya,

1. Kenapa yah sutradaranya masih orang luar negeri? Bagi saya ini mengesankan betapa sumber daya manusia Minang di bidang perfilman masih belum mengenal dan mencintai dan menghayati budaya mereka, sehingga nggak bisa bikin film dengan latar budaya Minang. Kalau saya jadi penulis nanti, saya akan membuat kisah yang sarat dengan budaya Minang. Saya sudah mulai merintisnya dari sekarang, lihat aja kolom humor saya, he he he

2. Judulnya boleh merantau, tapi isinya kurang mencerminkan filosofi merantau ala Minang itu. Yang ditonjolkan malah adegan berantem-berantemnya. Menurut saya, mestinya yang wajar itu dia cari kerja apa aja dulu dengan numpang di tempat warga Minang lainnya(di rumah makan, fotokopian misalnya) di awal-awal kedatangannya ke Jakarta seperti hal yang biasanya dilakukan lelaki Minang lainnya di perantauan. Yah, mungkin ceritanya dia masih punya cukup persediaan uang kali yaa. Tapi tatek juo taraso kurang riil tu(tetap saja terasa kurag nyata-red).Satu lagi yang taraso kurang riil itu adalah jalan hidup menjadi pesilat yang dipilihnya itu…  biasanya orang Minang jaman sekarang itu merantaunya buat mengasah otak(misalnya kuliah), bukan otot, he he he. Tapi kalau dilihat dari segi positifnya, mungkin sang sutradara melihat bahwa orang Minang mah sudah sampai pada tingkat berfikir yang menghargai tiap potensi dalam diri manusia… mau jadi pemain film, kek, pesilat kek, oke asal lu kompeten mah sok aja, sukses bisa datang dari mana aja.  Jadi tidak apatis terhadap segala hal atau sesuatu yang tidak lazim. Kaya-kaya cara pandang orang-orang negara maju gitu deeh, di mana seorang researcher sangat dihargai:). nah, makanya kalau saya memilih menjadi seorang physicist ajaa deh, he he he

3. kultur Minang kurang dieksplor dan terkesan digampangkan saja pelaksanannya oleh Yuda, yang notabene asli dari kampuang dan biasanya masih memegang teguh tradisi. misalnya, ada tuh adegan di mana dia baru bangun pagi saat matahari sudah tinggi,besar keungkinan dia enggak sholat subuh dan langsung makan aja nggak cuci muka dulu, lah itu mah bule banget kalii. padahal di awal film dia masih sempat sholat subuh ma keluarganya. damn where did all of those values go after his coming to Jakarta?? padahal dia masih bisa nolak untuk nggak makan uang nggak jelas.

overall, dari rating lima bintang saya kasih tiga bintang deh… terutama yah, tertolong karena Pak Evans mengusung latar belakang Minangnya sajaa. dialog-dialognya juga kurang tajam. bagusan juga nia dinataa.

ternyata nggak semua bikinan orang luar negeri yang konon katanya negara maju  itu bagus. Peter Jackson, too, in fact, is maybe still one in a million to create such an epic like Lord of The Rings.

Permalink 3 Comments

ada yang ultah:)

August 10, 2009 at 5:26 pm (LoVe)

uda sayang,
udah setahun sejak kita pertama kali bertemu. umm, waktu itu di kelas *** semester I tahun 2008/2009, kan ya?

saya nggak akan lupa.
sapaan pertama saya untuk pinjam buku ke kamu(iyaa deh, kamu yang menang… emang saya duluan yang ngedeketin kamu:p).
perasaan kagum saat pertama kali kamu bercerita tentang mimpi-mimpi kamu.
dan akhirnyaa… perasaan sayang ini.

uda sayang,
saya tahu kamu nggak suka dengan tradisi ulang tahun-ulang tahunan kaya gini. saya cuma pingin bilang sekali lagii

saya sayang kamu:)

met ultah sayaang

may we have our journey towards the Einstein Drive smooth and peacefully together. Amin.

Permalink 3 Comments

Kesetimbangan

August 8, 2009 at 2:42 pm (contemplation)

Sedang butuh kesetimbangan. Saya percaya, bahwa kesetimbangan ini harus dicapai oleh diri sendiri dulu dan baru kita akan bisa berinteraksi sosial dengan baik dengan sistem di luar diri kita. Kita lihat saja nanti… ke mana nasib ini akan dijalankan. Sungguh, sampai sekarang saya bisa ada di sini-untuk bisa melihat ke sisi positifnya saja- sudah merupakan suatu keajaiban dan rahmat yang luar biasa. Meskipun getir, saya memilih untuk percaya saja bahwa hanya Allah tempat saya bergantung, dan Dia pula yang akan memelihara saya dalam keadaan apa pun. Saya hanya butuh Dia.

Hikmahnya, saya jadi punya banyaak ide(yaay!:)). Semoga bisa dijadikan cadangan senjata untuk menghadapi saat-saat terburuk yang suatu saat bisa saja datang itu.

Review hari ini… baru saja baca cerpennya femina yang dibawa mama dari Semarang. Jadi, dia adalah seorang istri yang ingin sekali punya anak tapi setelah bertahun-tahun menikah tak juga punya momongan yang sangat didambakan itu. Akhirnya ia hamil juga, tapi anak yang dikandungnya itu ternyata adalah anak selingkuhannya. Selingkuhannya ini juga telah menikah dan sudah punya anak. Akhirnya tokoh utama kita memutuskan untuk tidak menuntut tanggung jawab selingkuhannya maupun kembali pada suaminya, dia memutuskan membesarkan anak itu seorang diri. Salah satu cerpen yang berkesan di hati saya. Dan semakin menanamkan tips pada diri sendiri: buatlah cerita seseorang yang kuat supaya naskah kita diterima untuk diterbitkan:).

Permalink 4 Comments

Meta’s Analysis of Fashion Encyclopedia(1)

August 7, 2009 at 1:15 am (Review)

In my opinion, the world of fashion shall always attempt to create a breakthrough in its way of product distribution and marketing. Well, I guess this online fashion section of ShopWiki is one of those-never mean to exaggerate in any manner- revolutionerist, not only because they act as the world of fashion’s Google search engine, but also because of the sensitivity to bid such a potential distribution market simply by starting the, as what I would call it, consicely-fashion-focused-search-engine-type-of-website.

I can find any blazers I like by just one click here, and hmm by the way, my Uda(my boyfriend, it’s Minangese-red) will be VERY handsome if I bring him these Fall style. To match him, I can pick one of these gorgeous Fall-women-style(kyaa look at the lovely CAT PRINTS!). Wow, surely we will become This Fall’s Match:).

This summer I would like to buy some of these. The style is simple but elegantly casual, just perfect for our(you and me, not me and uda) remarkable personality. The same classy aura will also be represented by this winter and spring style.

But all of the already mentioned above are specified outfits according to those who live in four-season countries… so for you my friends in Indonesia and other countries where generally no autumn, spring, and winter, you can also find some exquisite style for women and men, and especially for my Uda… I can’t wait to buy you these masculine pants :) .

P.S.: You can also check this writings right here.

Permalink 4 Comments

Next page »