if you can’t see where the humour is, well that is just understandable
FNM: hallo…
NM: hai
FNM: aku fansmu…
FNM: boleh kenalan…
FNM: NM kan ya?
NM: yeah
FNM: NM sekolah di mana?
NM: emang kenapa?
FNM: pengen tau aja
FNM: basa basi ya…
NM: emang lu anak mana?
FNM: sekarang di jakarta
FNM: dulu sma di padang…
NM: iye, dulunya kuliah di mana?
FNM: dulu ilkom…
FNM: pengen lanjutin ke fisika…
NM: hee?
NM: dapet kontak gue dari mana?
FNM: liat di facebook kenalan
NM: hm, fb siapa?
FNM: namanya YSL Alev…
FNM: tapi saya blm add kk itu…
FNM: allo
NM: well…
NM: coba saya liat fb lu
NM: lu kenal kaleb di fb juga?
FNM: gak?
FNM: gak…
FNM: NM ngerjain fisika apa…
FNM: saya pengen belajar teori…
FNM: dulu pernah liat artikel ttg NP complete and physical reality
NM: sebelum gue jawab, lu yang di fb namanya fansmu *something ya?
FNM: bukan
FNM: can we just chat here?
NM: huaa kaga mauuu
NM: gue mau tahu lu duluu
FNM: kenapa
FNM: takut ya?
NM: ga juga sih
FNM: for now i’m interested with science…
NM: okay, okay… nah, tahu dari mana saya juga belajar fisika teori?
FNM: loh teori juga?
FNM: saya gak tau…
FNM: NM itu angkatan 2007 ya?
FNM: udah masuk lab ya di itb?
NM: yah, saya udah milih teori sih yaa
FNM: boleh tau apa?
NM: saya belajar econophysics…
FNM: oh…
FNM: ya saya pernah dengar ttg itu…komputasinya berat…
NM: dulu lu ilkom di mana?
FNM: UI
NM: ah saya tahu…
NM: kamu pasti kenalannya CB
FNM: ok kenal dikit
NM: please listen up, sir… saya nggak tahu apa2 tentang np complete, tapi tunangan saya, ya si kak YSL Alev itu, tahu banyak
NM: kamu mau kenalan sama dia?
FNM: he…tunangan…
NM: well?
NM: mau kenalan ga?
FNM:
FNM: too bad…
FNM: eh nggak…
FNM: maksudnya mau-mau
FNM: ada alamat ym nya kah…
FNM: saya gak terlalu seneng sama fb…
NM: ysl
NM: saya pingin conference juga nih
FNM: btw kapan nikah…
FNM: YSL itu ngajar atau masih kuliah jg
NM: asap, amin
NM: YSL sekarang S2
FNM: oh…
FNM: di teori ya…well…pasangan theorist dong…
FNM: iri sama YSL…
FNM: well i’m just trying to be honest
NM: ha ha ha I’m not that good
NM: I’m honest
FNM: maksudnya?
NM: nothing… nah, uda (YSL) udah approve lu elum?
NM: *belum?
FNM: belum…
FNM: udah saya add
FNM: tadi maksudnya apa/
NM: kaga… saya nggak sebagus itu di teori
FNM is typing a message.
FNM :well but he still get you…
FNM: aku liat foto NM di fb…
NM: lu tuh tipe orang yang liat/ respect orang berdasarkan tampang ya
FNM is typing a message.
FNM: gak selalu…
Last message received on 25/07 at 20:40
NM: terus? bagaimana mungkin hanya dengan melihat foto lu langsung cari tahu bahwa gue fisika?
FNM: lah info kan bisa dari mana mana mba
FNM: do you love him?
FNM: sorry jadi personal…
NM: sori tadi ngambil minum jadi lama
FNM: then, does he love you?
NM: okayy, kenyataan bahwa lu sampai bela2in ngedapetin info tentang gue hanya karena melihat foto gue itu… well, for me, dangkal banget
FNM: what ever…
FNM: yang dua tadi jawabnya apa?
NM: of course I love him… dan sepanjang yang gue tahu, he loves me too
FNM is typing a message.
FNM: yakin dia loves you…
FNM: yakin dia loves you…
Last message received on 25/07 at 20:47
NM: ya kalolah emang ada rencana konspirasi buat menyakiti hati gue oleh dia, wallahualam
NM: sekarang gue pingin menikmati semuanya aja
FNM: lah NM gak yakin sama dia?
NM: I’m just preparing for the worst, itu naluri perempuan
FNM: well, ok…
FNM: good for him to have you…
FNM: bad for the others who have feelings to you
NM: ha ha ha nice to hear that
FNM: well btw…anthropic landscape of string theory itu katanya np complete juga ya…
FNM: knapsack problem gitu…
FNM: keren ya fisika…
FNM: well someday…
FNM: btw udah dulu ya…thanks
NM: byee
FNM: semoga bahagia selalu dengan uda tersayangnya NM
NM: amiin
FNM: byee
Last message received on 25/07 at 20:58
NM: nice to talk to you
Never Expected It, Dude
Jadi, sepulangnya dari mengawas ujian Teori Khusus yang Umumnya Belum Terbantahkan, dua fisikawan kita berencana makan bersama di warung seorang janda bernama Upik Banun yang bernama Tempat Biasa.
(nama yang unik; setiap orang seakan dibuat akrab dan menjadi pelanggan secara otomatis karena setiap kali akan makan, walaupun baru pernah mencoba sekali, tetap saja akan bilang,’ Makan di tempat biasa yuk!’. Ya ya ya, sama saja kan bunyinya mau pakai huruf kapital atau tidak?)
YSL sebelumnya mengajak pacarnya yang diawasnya untuk ujian itu ikut serta.
(oh iya, sebenarnya pacarnya itu sudah selesai 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, tapi YSL minta ditungguin karena harus mengumpulkan berkas ujian anak-anak yang lain. Akhirnya menunggulah sang pacar di kelas dengan YSL duduk di sebelahnya. Setelah gadis itu mengumpulkan berkas ke meja pengawas, bak anak kecil yang mendapat mainan baru YSL menceritakan perbincangannya dengan si AS, yang membuat sang gadis terkikik-kikik penuh kemenangan sambil sekali-sekali meng-gesture ke arah AS. Hal ini membuat AS sangat malu sampai-sampai ia ingin rasanya bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri)
Tapi ternyata si gadis sedang punya urusan bisnis sepulang ujian kali ini(yaitu melelang Kawat Gigi Legendaris kakeknya yang konon pernah bertemu dengan Klan Generasi Robot TrOILETers (robot pembersih toilet) di Antartika), sehingga tidak bisa ikut. YSL bertanya apakah boleh ia berpura-pura bilang pada AS bahwa YSL menyuruhnya pulang saja ke rumah karena dia tidak butuh gadis itu hari ini. Sang Gadis langsung menamparnya dengan sepatu saat AS berpaling ke arah lain, dan sembari meringis kesakitan YSL berkata bahwa ia hanya BERPURA-PURAA. Tujuannya adalah membuat AS makin cemburu karena seakan-akan YSL bisa membuat si Gadis datang pada YSL KAPANPUN YSL inginkan. Bayangkan prestiseku di depannya yang makin bertambah saat ia mendengarku dapat menyuruh-nyuruhmu yang demikian sempurna ini, Adiaak Sayaang, pinta YSL penuh harap. Akhirnya sang Gadis bersedia juga dan langsung pergi dari kelas karena dia sudah terlambat empat jam untuk acara pelelangan itu.
… Lalu YSL menceritakan hal yang sudah disusun tadi kepada AS,
… yang ternyata merespon tepat seperti yang diharapkan.
AS bahkan setelah itu semakin yakin untuk membunuh dirinya dengan DUA kali tembakan beruntun.
Dan di meja makan di Tempat Biasa, betapa bertambah kekagumannya pada YSL, fisikawan t******* temannya itu, karena ia bercerita tentang pertemuannya dengan sang gadis.
(-nya di sini, adalah YSL, bukan AS)
‘You’d better do everything sincerely, Dude. I never expected it before, that she is THAT rich. Yang aku tahu handphonenya sangat biasa saat bertemu denganku, dan apa yang kupikirkan? Aku sangat brsyukur dapat bertemu dengannya. Itu saja.’
Dengan tenang YSL menyuap gulai kepala kerbau khas Tempat Biasa yang dihidangkan Upik Banun kepadanya. AS merasa seakan-akan dia baru di-punch dengan beton seberat 102 ton berlapis titanium yang berkarat.
Tapi paling tidak, dia tak jadi berpikir untuk bunuh diri.
(shrugged)
Nice Shot
Dua orang fisikawan laki-laki(yang satu ************physicist yang satu lagi astrophycisist) yang hidupnya senantiasa berjuang melawan (ancaman) kebokekan karena hidup di Indonesia itu sedang ngobrol sambil mengawas ujian Teori Khusus yang Umumnya Belum Terbantahkan.
Astrophysicist(AS): itu pacar kamu? (sambil menunjuk salah seorang peserta ujian)
Yang satu lagi(YSL): (mengangguk)
AS : Payah, kenapa nyarinya yang dari fisika lagi?
YSL: Emang kenapa gitu?
AS : Tuh, di deket gedung matematika kan ada banyak anak teknik industri… biar dapurnya ngebul.
YSL : Ah, dia juga dapurnya ngebul kok
AS : Pacarku kerja di Pertamina, dulunya anak TI, he he he sudah pasti Insya Allah dapurku ngebul(nada membanggakan diri)
YSL : Dia ngewarisin sebuah bank (nada biasa aja)
AS : (terdiam)
YSL : (dalam hati bilang, ‘Ha! How about that!’)