Don’t Be Scared
Tell you what, this is a true story. So there was a girl, say her name was Cinta. She found out that her core self esteem(I mean it as her self-life centre… you know, some sort of your happiness source in this damn intriguing world) evolves around academic life; the formula is
I’m happy if and only if my grades are good.
…while so unfortunate it was since she was entering science department in high school while she didn’t even have strong foundation in comprehending mathematics.
… To say it severely further, she chose to enter physics major in college… while you see, with such condition, she couldn’t even afford it to pass basic geometry(or conceptual algebra) exam there!
…The conclusion WAS defined: she was NEVER so happy about herself.
If only she didn’t finally found that grip- to understand this beautiful language called maths-well, maybe… you will only find her tomb by now:(. For for her, good grades are her milestone to be independent… she would rather die than, live in disgrace by not being as strong and equal as everyone else in her standard.
Silly as it probably may sound, people like Cinta exist, those who praise and fully appreciate science and all of high achievement in (its) academic field. It is likely that nowadays, academic title is one safe(st) way for average people to have a better, independent life, a life that will make us human to be more respected and relatively, comfortable(I am not going to review more about this particular social phenomenon, but YES, IT IS). Well for people like Cinta, she couldn’t afford it if she has the title but she doesn’t understand the essence of the knowledge she bears the title upon.
I understand one of Cinta’s problem (before she found her grip in maths): she was afraid of the language of maths. It was so foreign and therefore scary for her, to say further that she was not get used to it. It is different from English or Deutsch. It says a lot of things in just simple symbols;you can not just swallow it without contemplation.
… And when it comes to exams, there you will die:p.
If you happen to know someone like Cinta, I suggest these steps to conquer the problem:
1. Think simple. Complicated problems are accumulation of the simple ones; Remember this wise proverb:
non-linearity are (advanced) linearity problems with additional terms, algebra is just accumulation of simple adding and substracting operations with additional rules.
2. Comprehend the basic concepts. I recommend you to check this, this, this or this out, for example.
3. Be bold to try to interpret the formulas in your own language. Remember that if anything you read only give several condition, thus only those condition apply for all both direct and indirect problems you’ll find in the current or previous chapter.
I hope that no more old Cinta exist:). Let’s be the other new her!
Viva physik!
Another Way To See
Suddenly I remembered this quote posted by my friend Santi,
the girl who struggle with the world’s uncertainty
‘When everything is bad, what can we do about it?’
Vocabularyly bad it was, I took a beautiful essence out of it
It is, I believe, a challenge for a solution, as what I call it
In exactly an appropriate, mature way, what will we do if indeed,
things in our lives’ gone bad and plans failed…
in this worst condition probably happened there we stucked…
what will we do? what can we do?
for those who bear this seed of majesticity in their big hearts, they will not blame the situation
more will they prepare and repair
for those who bear the potential of narrow-minded thinking and shallow comprehension
more shall they destruct and revenge in despair
Grad(u)ation
Gradation. Peralihan warna-warna dari warna yang satu ke warna lainnya; begitu lembut dan bertahap, sehingga mata tidak terkejut dan biasa-biasa saja melihat warna hijau berubah menjadi kuning. Pikiran tidak merasakan adanya kejanggalan pada kekontrasan warna saat hitam berubah menjadi merah. Yang tersisa hanyalah sensasi estetetis yang berkata bahwa warna-warna telah menyatu…tanpa kehilangan identitasnya masing-masing.
Graduation.
Di kampusku, graduation yang terhormat adalah bila keluar dari Sabuga.Graduation, peristiwa saat seorang mahasiswa telah berhasil meyelesaikan jenjang kuliahnya dengan sempurna. Dan dengan demikian dia telah pantas menyandang status sebagai alumni.
Alumni seharusnya lebih matang dari mahasiswa. Seperti halnya gradasi warna, alumni dapat dianalogikan telah melewati suatu proses peralihan karakter mulai dari warna yang lebih labil ke arah warna yang lebih bijaksana.
Dan lebih bermanfaat.
Harusnya sih begitu.
Mungkin tidak perlu ada yang menyadari bahwa si alumni sedang berproses untuk berubah, seperti halnya transisi warna saat gradasi yang terjadi secara perlahan-lahan. Tidak perlu disadari bahwa ada orang yang menanggapi, berkomentar bahwa dia sedang berusaha untuk berubah. Dia hanya akan berusaha dengan segenap kemampuannya untuk menjadi pribadi dengan warna yang lebih baik, sehingga yang terlihat dari luar pada akhirnya adalah warna lain yang sama sekali baru, sama sekali lebih matang.
So Those They Are
…then what?
I know that I shouldn’t've been so inferior that I’m such begging their help and saviour to rescue me…
But what else can I do? The program wasn’t running so well, my head is messy, my mind is keep on blowing… and you just don’t know what I’ve been through, so please just stop bullying and let’s see what happens next.
Dalam Masa Hibernasi…
(Dalam masa hibernasi, yang dilakukan binatang-binatang beruntung itu adalah makan sebanyak-banyaknya dan tidur. Err… seperti mencerminkan sesuatu yahh? he he he…
Masa hibernasi gue sebagai seorang manusia di kampus ini, seharusnya bisa terjadi pada waktu liburan 3 bulan itu, yang mana kayanya ga bakal lagi gue rasakan dengan penuh kebebasan. Ihiks. Waktunya terlalu sempit buat gue yang lemot ini jika disia-siakan hanya untuk sekedar hibernasi. Bisa-bisa gue jadi orang yang terbuang. Hmm… bagaimana kalo diisi dengan backpacking saja? hi hi hi…)
Sejujurnya, impian terbesar gue di dunia ini adalah bisa hidup mandiri dengan santai. Gue pengen banget bisa jadi penulis yang sukses. Kerjanya di depan laptop, mengkhayal, ga perlu keluar rumah, dapat duit pula.
Tapi gue pingin bikin tulisan yang nggak biasa. Makanya untuk itu, gue butuh banyaak ilmu. Makanya gue ngotot mau kuliah sampai selesai. Dan di jurusan ini pula. Kalau bisa setinggi-tingginya. Gue percaya bahwa ilmu yang gue dapat dari bangku kuliah gue yang sekarang ini adalah ilmu yang cantik, ilmu yang seharusnya dicintai setiap orang. Ilmu yang menjadi dasar bagi perkembangan kesejahteraan umat manusia. Seandainya saja gue bisa berbagi ilmu ini dengan sebanyak2nya orang, I will. Makanya gue akan berusaha memperkenalkannya semenarik mungkin, se-pop mungkin, biar makin banyak orang tertarik pada bidang ini. Suatu hari nanti.
(tenggelam dalam deep thoughts tentang mimpi-mimpi semacam itu)
I dream of this sincere, free world
Where I do not have to be worry about
physical needs of all sort
Remember when he said this quote
‘Does He wash His hands clean off these?’
I disagree
He always there for me,
Although somehow invisibly that I cry outloud
(and curse, sometimes)
I hate myself for haven’t been able to push aside my physical needs that I can’t teach for free
Money talks
My stomach aches
My heart ripped
When I didn’t get tangible effect for my deed(s)
Positive Karma
(It’s been quite a long time that I don’t speak much in English, so let me just practice it now, then)
A Little Update On Daily Routines
Life’s getting more and more wonderful each day(to not to make it sound that harsh, ha ha)… especially when there are (so) much responsibility upon your shoulder. So incidentally I have these ‘contracts’(:p) with a few people to morning-call them everyday(and yes, I’m talking about my Mom and Dad and this you-know-who boy:p)-this task contributes more to my already-heaping-responsibility as a physics and Deutsch student, HIMAFI member, SEF secretary, nice girl, and an upcoming lady. Those are basically what I do everyday now… studying, studying, meeting, and having some fun. I must admit that sometimes responsibilty DOES create some variation in life… just try to balance it with your right fulfillment.
He Loves Chocolate
I do too!:D
Honestly here is what I think to be a positive karma. I used to hate poems, now I enjoy it as much as I read Atam P. Arya’s classical mechanics(ha ha ha, what kind of leisure can that be??). I used to hate to spend money on sms, now it seems that I’m addicted to check my handphone occasionally and reply yours. This sounds to be royal, but as I don’t want to view it from negative perspectives, let’s just count it as positive karma as well… at least this sms things has been one of my most enjoyable guilty pleasure. Thanks to you that I can feel this karma.
(oh look what the karma has done to me… I’m starting to write such cheesy, poetic lines! And I enjoy it!-lol-)
Die Neu Lebenstaerke
Berangkat jam 6 pagi, ke sekre, kuliah, pulang, makan, tidur(kira2 jam 9 atau jam 10-hopefully I can increase it to jam 11), bangun jam satu atau jam dua, baca buku, dan balik lagi ke urutan yang sama. Hm, sejauh ini ternyata gue berhasil membantah beberapa mitos yang berhubungan dengan gaya hidup gue yang baru ini:
Mitos 1: (I used to think that) manusia itu WAJIB hukumnya tidur 8 jam sehari. Otherwise yang terjadi adalah chaos, di mana resiko-resiko yang mungkin terjadi adalah:
1. Efek bayi(originally invented by myself, this idiom is, ha ha)- diri menjadi rewel karena kurang tidur(baca: menjadi bete dan sebagainya-red), seperti bayi yang notabene emang belum bisa mengendalikan emosinya kalo keinginannya untuk tidur nggak diturutin.
Fakta: Satu faktor yang lupa gue sertakan di sini sehingga muncul teori efek bayi ternyata adalah KEIKHLASAN hati… yups, ternyata tubuh gue nggak rewel kok biarpun gue cuma bisa tidur 3 jam sehari, kalo emang mindset gue udah dipersiapkan untuk menyuruh tubuh bekerja keras dengan ikhlas. Dan cerdas. Salah satu guru gue bahkan menyarankan untuk mengurangi waktu tidur dan bengong supaya lebih produktif, ha ha.
2. Bertambahnya minus pada mata(?)
Ini katanya kakak sepupuku… kalo mata kita udah capek, sebaiknya langsung tidur aja, diistirahatin biar minusnya nggak nambah.
Fakta: Sejauh ini yang gue rasakan adalah, penglihatan gue tetap2 aja, dan Alhamdulillah masih bisa ngebaca tulisan di papan tulis biarpun duduknya rada jauh dari barisan terdepan. Eng… yang ini nggak ada referensi medisnya sih, Cuma kira2 aja… ha haha. Ato mungkin pembenaran ya? Biar gue tetap bisa menyuruh tubuh gue tidur 3 jam sehari:p.
3. Lemot akut (acute lemotodos)=menurunnya tingkat kebijaksanaan dan kewaspadaan
Ha ha ha… ngantuk karena kurang tidur adalah penyebabnya.
Fakta: Ini adalah variabel yang bergantung kepada setiap yang berbicara pada gue. Kalo membosankan, maka gue akan ngantuk dan terjangkiti sindrom acute lemotodos ini. Namun tak selamanya efek chaos ini benar, Alhamdulillah karena gue dikelilingi lingkungan yang tidak membosankan!:D Alhamdulillah lagi ternyata sampai sekarang juga gue belum pernah dicopet(indikasi dari stabilnya tingkat kewaspadaan), dan menurut beberapa oknum yang dapat dipercaya, gue semakin bijak saja, hui hi hi…
Kabar baik buat yang obesitas: sedikit tidur adalah cara yang bagus untuk menguruskan badan!Ha ha ha
Mitos 2: Kalo capek, mendingan istirahat inert saja
Istirahat inert menurut metadeklug adalah dengan tidur, refreshing seperti baca buku dan sebagainya, pokoknya hal2 yang bersifat diam gitulah. Setelah gue coba, ternyata OLAHRAGA adalah solusi yang jitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga nggak mudah capek. So, kalo gampang capek ya coba deh olahraga ringan kaya jalan kaki atau sit up dan push up gitu.
Mitos 3: Wajah jadi kuyu dan kusam kalo kurang tidur?
Sejauh ini yang gue rasakan adalah kalo rajin olahraga maka wajah tetap berseri-seri, apalagi kalo didukung dengan hati yang bersih, ho ho ho..
Fakta dan mitos ini emang cuma pendapat pribadi aja, yahh jujur gue emang belum dapat referensi ilmiahnya. Tapi kalo gue merujuk pada Nabi Muhammad, rasa2nya ga mungkin deh bahwa beliau memanjakan dirinya dengan lebih banyak istirahat daripada bekerja… So, so far I enjoy this neu Lebenstaerke.
meratapiurlaubkuyangtinggalsebentarlagi
hu hu hu…. sedihnya sebentar lagi harus berpisah dengan urlaubku tercinta!T_T
tapi kita harus maju terus! Life must go on!
… Di akhir hari-hari urlaubku ini, aku ingin menutupnya dengan indah.
*tidur sepuas hati*tidak perlu osjur yang mneyebalkan*lari sepuas hati(kaya bakal aja:p)*ke mall sepuas hati*karaokean sepuas hati* main sepuas hati*
ha ha ha… enak yahh kalo kita bisa punya tambahan waktu, bisa melakukan semuanya sepuas hati. Dan, well, since it’s impossible, saya akan memprioritaskan untuk ***** dan…
* osjur*,
hukss… yang terakhir tidak sepuas hati, tapiii seikhlas hati.
ngomong-ngomong, gue sedang menghadapi dilema nihh sehubungan dengan fisika, bidang gue. Gosh, ternyata masalahnya semakin rumit dan complicated(!!). Doakan yahh biar aku bisa mengalahkan rasa malas ini untuk menyelesaikannya secepat mungkin!
And then…
the world shall be heaven again
for me
Sedang Senang
Sedang senang membuat cerpen, ha ha…
Tunggu publikasi selanjutnya!
Digital Quran
Lagi kangeenn banget sama software digital Qurankuwh yang terhapus dari laptop karena si laptop kemasukan virus… huhh menyebalkan sekali.
kalau ada itu, aku bisa langsung mencari kata-kata yang ingin saya tahu dengan cepat
kalau ada itu, tentu salah satu cerpenku sudah dimuat di femina(dooo pede banget!:p)
kalau ada itu, sekalian browsing internet sambil dengerin murotalnya tentu sekalian dapat pahala juga
kalau ada itu…
aaaahhh ga abis2 deh manfaatnya!
makanya…
ayo rame-rame pasang digital Quran di laptopmu:)
PS: sekarang dah ada digital shahih muslim juga lho… he he he infonya basi yahh