the trajectory spots

August 3, 2009 at 9:37 am (pengalaman)

Saya suka sebel kalau si uda nyindir2 saya soal kesukaan saya bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya di blog. Menurut theorist yang satu itu, itu adalah salah satu tanda2 bahwa saya sudah mulai terjangkit budaya ekshibisionistis yang menurutnya sangat nggak penting(bisa saja nanti argumen2nya saya elaborasikan, tapi not now).

Yah, sebetulnya niat saya baik, pertama:

1. saya nggak pernah mengumbar pengalaman yang cheesy dalam bentuk yang cheesy(misalnya patah hati terus meraung2 di blog). saya juga nggak menyebutkan peristiwa-peristiwa dengan detil, dan yang paling penting:  hikmah dari setiap peristiwa selalu saya tulis dengan maksud mengambil pelajaran darinya.

2. saya berharap pembaca dan juga saya bisa berbagi dan saling belajar dari pengalaman

3. saya bermaksud mengasah kemampuan menulis saya dan menemukan gaya sendiri dalam bercerita. dan saya mengakui, inspirasi yang paling saya suka untuk ditulis itu datangnya dari pengalaman sehari-hari.

Percayalah, cita-cita untuk jadi seorang penulis hebat dengan gaya penulisan yang berciri khas sendiri itu datangnya dari jam terbang yang juga banyak. Jadi, mau tak mau saya memang HARUS rajin menulis.

saya bercita-cita untuk membuat sebuah buku dengan latar berupa informasi yang pernah saya alami sendiri, atau benar-benar saya ketahui. untuk itu saya perlu menyimpan sejarah informasi-informasi tersebut, biar tidak sampai hilang. nyesel juga dulu rasanya tidak rajin mengupdate blog atau buku harian saya selama di Oklahoma atau pas mengikuti smart camp gadis, misalnya. akibatnya apa? esensi pengalaman memang tertempel kuat di ingatan, tapi detil-detilnya menghilang sehingga trajectory spots kesejarahan saya tidak begitu sempurna. kalo dituangkan dalam bentuk grafik, yang terlihat cuma kecenderungan distribusinya saja(cailah). Menurut Nicholas Nassim Taleb juga begitu. Biasakanlah sebisa mungkin menulis on the spot kalo mau dapat record yang lengkap mengenai suatu peristiwa.

begitulah latar belakang saya dalam menulis blog.

Permalink Leave a Comment

2009 SNMPTN

August 2, 2009 at 6:56 am (pengalaman)

Malam sebelum kemarin malam saya diminta tolong ngecek apakah adik sepupu si uda keterima seleksi ujian masuk PTN tahun ini. He he he, rasanya seperti membangkitkan kenangan gado-gado dua tahun lalu.

Gado-gado, karena semua perasaan bercampur jadi satu.

Pastinya, deg-degan. Saya benar-benar deg-degan bakal jadi sedih banget kalau nggak masuk jurusan dan kampus target saya. Bayangin aja. Setelah semua hard work yang saya rasa mestinya terbayar dengan keterimanya saya di kampus itu, ternyata dari seluruh USM yang saya ikuti (sehingga saya terpaksa ikut SPMB waktu itu, ha ha) nggak ada satu pun yang mampu saya jebol. Alasannya saya ngotot banget pingin masuk kampus yang satu itu adalah tak semata demi prestige atau hal-hal tersier semacam itu, tapi karena saya memang ingin berada di lingkungan yang relatif ‘aman’ menurut saya. Aman, karena pasti mereka memiliki pola pikir yang bagus sehingga mampu menaklukkan berbagai rintangan sehingga bisa lolos dalam persaingan melawan ratusan ribu peserta lain yang juga mau masuk kampus yang sama. Dengan mengaplikasikan pepatah Nabi bahwa kita sebaiknya berteman dengan para penjual minyak wangi, saya yakin sekali paling tidak saya juga bisa ikut harum ilmu bila berteman dengan orang-orang di kampus itu. Aman, karena sepanjang pengetahuan saya, pergaulan orang-orang seperti itu yang hidup di Indonesia yang mayoritas muslim ini, jauh dari narkoba dan sejenisnya. Ditambah lagi berbagai macam link yang kampus itu punyai baik di dalam maupun di luar negeri… wah, pokoknya menurut saya, asal kita mau bekerja keras sedikit saja, hidup ke depannya kemungkinan besar bisa jadi lebih mudah:).

Ups, ternyata di website resmi SNMPTNnya belum bisa diakses…

Ini kembali mengingatkan saya akan gemasnya perasaan saya ketika saya ternyata… salah memasukkan nomor peserta sayaa, he he he

DITERIMA!

Kyaa waktu giliran saya menerima kenyataan itu, saya sangat

SENANG

dengan kesenangan yang membuncah

hingga ke… err, yah, pokoknya hingga ke atas kepala saya, sehingga saya langsung bersujud syukur.

Saya nggak heran kalau adik sepupu si uda begitu frantic-nya hingga tidak juga berani membuka sendiri hasil ujiannya itu(katanya sampai loncat-loncat segala).

Namun ada satu perasaan yang lebih urgent lagi, yang menyebabkan perasaan senang dan gembira itu surut dan ternetralisir…

gundah.

In a positive  way, somehow(giggled).

Karena, di bangku kuliah…

telah menanti tantangan pelajaran yang JAUH lebih KOMPLEKS daripada SMA :) .

Permalink Leave a Comment

Reuni SD

June 12, 2009 at 4:56 am (pengalaman)

Enam tahun tentu bukan waktu yang sebentar untuk dilalui bersama-sama, apalagi untuk dimensi pikiran anak-anak usia maksimal 12-13 tahun.
Dan 6 tahun berikutnya, saat ada kesempatan untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan seperjuangan masa SD, wowww menakjubkan melihat kemajuan-kemajuan kami:).
Teman SD saya berjumlah 49 orang. Tapi yang bisa terlacak jejaknya baru 15-an orang. Atau bahkan kurang. Tak percaya rasanya, bisa melupakan nama-nama lengkap mereka padahal dulu otak ini sempat sombong karena merasa tak akan lupa(maklum, enam tahun bersama di kelas yang sama tentu kepala sudah terbiasa menghafal nama tiap anak).
SD saya terletak di daerah kotamadya Yogyakarta. Dulu dia terbagi dua, SD Jetisharjo I dan II. Sekarang sudah dimerger, dan lumayan banyaak sekali perubahan yang terjadi.Terakhir kali ke sana, mushola bagian bawah yang dulunya ruang apaa gitu, sudah berubah menjadi perpustakaan yang menyadarkan saya betapa beratnya buku-buku bacaan yang harus dilahap oleh anak-anak SD Indonesia di masa kini.
Sejak kelas satu sampai kelas 5, kalau tidak salah kira-kira ada 40-an total murid di kelas kami yang secara konstan selalu bersama-sama. Baru pada kelas 6 kelas dibagi 2, kelas 6A dan 6B, dengan tambahan beberapa orang lagi yang menggenapi kelas jadi mempunyai pas 50 anak.
Kalau diingat-ingat, masa SD itu benar-benar penuh warna yaa, he he he:). Ternyata sejak kecil saya sudah punya bakat konspiratif. Jadi, ceritanya, di masa itu saya masih merasa tidak cantik dan sering sekali minder dan menggolongkan diri ke dalam anak-anak yang kuper atau nerd. Nah, dalam perspektif saya di masa itu, ada hierarki yang telah terbentuk di kalangan pergaulan murid wanita. Yang satu adalah kelompok anak-anak gaul, cantik, dan supel yang merupakan sentra perjodohan dan gosip angkatan, dan yang satu lagi adalah kelompok anak-anak yang lebih laid-back dan cenderung masih polos. Ada juga sihh anak-anak yang saya kategorikan kelompok netral; tidak begitu laid-back tapi juga tidak begitu dinamis dalam bergosip, hi hi hi.

Nah, kebetulan waktu itu saya sebagai si nerd(maybe the one and only), merasa iri dengan kelompok hierarki pertama, yang kemudian saya sebut geng Menindivi, hmm atau Menindifi, saya juga lupa, ha ha ha… yang merupakan singkatan dari Meli, Ninsya, Dian, Diah, Dinda, Fitri, aduuh siapa lagii yaa saya lupa… yang kemudian saya hembuskan angin provokasi bahwa merekalah The Bad Girls yang mengganggu ketentraman pergaulan murid wanita di kelas. Padahal, saya cuma iri karena mereka tidak pernah berbagi cerita atau gosip dengan saya, dan karenanya saya merasa selalu dimanfaatkan terutama dalam soal pelajaran(hak hak hak GR sekalii!). Padahal, kenyataannya mereka itu bahkan lebih pintar dari saya dalam soal matematika!
Lucunya(yahh meskipun menurut pendapat saya saja waktu itu),anak-anak dari kelompok hierarki yang lain terprovokasi juga mendengar hasutan saya waktu itu. Ya ampuun politik saya waktu itu jahat sekalii yaa:(.
Akhirnya kelompok Menindivi tahu kalo sayalah provokatornya. Digencet rame-rame deh, he he he. Kalo ga salah itu tuh satu bulan selama masa ujian kelulusan SD, nggak ada satu orang pun di kelas yang mau ngobrol sama saya kecuali Mbak Daniar(apa kabar, Mbak?:)). Guru-guru yang waktu itu kasihan melihat saya dikucilkan mencoba mendamaikan, dan saya malah mengarang-ngarang cerita sendiri tentang kakak sepupu khayalan saya yang saya benci yang saya juluki Menindivi, dan bahwa saya hanyalah korban kesalahpahaman geng Menindivi(bingung? Well, jadi intinya, saya mengarang-ngarang cerita bahwa geng Menindivi itu salah paham dengan mengira bahwa merekalah yang saya benci) … tak ada satu pun guru yang paham mengapa saya bercerita hal yang demikian membingungkan seperti itu(ehm, tampaknya), dan memaksa kami semua berdamaian. Hm… kayanya saya tetap jadi anak emas para guru deh, kyaa ha ha…
Dan sekarang, setelah waoowww berapa lama yaa sejak kami bermusuh2an seperti itu dan akhirnya berteman lagi, perlahan-lahan kami saling bertemu kembalii:). Wah, ternyata mereka semua sukses-sukses. Diah dan Dian, si dua sejoli, masing-masing bakal jadi ahli biologi dan hukum yang hebat. Meli si cantik ternyata jadi kakak angkatan saya. Ita, salah seorang yang saya anggap hierarki laid back, ternyata sudah melanglangbuana ke Eropa dan somehow I’m connected with her dengan teman-teman SMA saya di Bandung karena mereka sama-sama ikut AFS. Mbak Daniar juga akan jadi seorang insinyur kimia yang hebat.
Yang bikin saya sangat senang, si Dinda… ternyata dia juga belajar Fisika kaya sayaa! Wah, saya nggak sabar lagi untuk bisa ketemuan dengan mereka saat reuni suatu hari nanti.
Kapan ya?

Permalink Leave a Comment

Rindu Alam

May 26, 2009 at 10:16 pm (pengalaman)

Hm. Ini bukan sedang promosi restoran dengan nama yang sama di Puncak.

Sebenarnya di hati kecil ini, ternyata saya sedang memendam kerinduan pada alam. Yeah, literally. Saya kangen kemping! Saya kangen untuk menghirup udara yang segar bersih dari polusi perkotaan. Ingin memandang hamparan rumput kehijauan di sekeliling saya sambil tidur-tiduran di atas tikar bambu ditemani sandwich dan jus jeruk(seperti waktu kecil dulu- sering piknik sekeluarga, cuma yang ada nasi balado bukan sandwich). Tapii… nggak pengen juga sih kalo harus tidur dalam tenda yang super dingin seperti waktu kemping bareng FMIPA 2007.

Sebenarnya sudah cukup terbiasa jalan-jalan ke alam. Dulu waktu masih SD, sering banget diajak Papa Mama jalan-jalan ke Tawangmangu. Sampe di sana kerjaannya duduk-duduk, makan sate kelinci(hm, itu di Tawangmangu apa Batu Raden ya?), dan naik kuda. Akibatnya setiap akhir pekan merengek-rengek terus minta ke sana karena ketagihan naik kuda. Pernah lhoo waku ke sana sama Bang Firdaus, sepupu, kami yang masih anak-anak itu dilepas naik kuda sendiri sama mang-mangnya. Rasanya asyik banget, berasa jadi mandiri gitu, hi hi hi. Padahal kudanya aja yang udah jinak dan udah ngerti jalur perjalanan.

Pas SD juga pertama kalinya bisa pergi kemping. Tapi itu juga acara wajib karena ikut pramuka. Pertama kalinya kemping itu, biar cuma tiga hari, ternyata pada malam pertama menginap aja udah stres. Soalnya kamar mandinya jelek banget. Pada kemah kedua dan ketiga, udah terbiasa. Ternyata kuncinya kemah-kemah macem ini adalah siap mental aja. Jangan bawa banyak barang, dan nikmati saja kesederhanaan hidup yang cuma sementara sebobrok apapun keadaan kamar mandinyaa, ha ha.

Pas SMP, hajatan terbesar ke alam adalah sewaktu pengukuhan kenaikan tingkat ekskul Tae Kwon Do. Kami berjalan 25 km di Gunung Manglayang dan tidur di gubuk tua reyot milik seorang nenek-nenek. Dari perjalanan ini saya belajar satu hal: jangan kebanyakan minum deh kalo lagi jalan-jalan ke alam… alasannya? Rahasia, he he he… memalukan soalnya. Yang saya nikmati dari perjalanan kali ini haya waktu makan indomie malam-malam di bawah bintang-bintang. Untung cuacanya cerah. Nilai tambah plus lainnya, saya jadi siap mental kalo harus jalan jauh.

Pas SMA, kalau nggak salah dua kali ikut outbond, dua-duanya acara DKM. Yang satu ke Kawah Putih, yang satu lagi lupa ke mana. Tapi saya nggak pernah jadi panitia, males survey. Perjalanan di Kawah Putih ini cukup konyol. Tujuan kita adalah kawahnya, dan sudah ada jalan bagus sejauh 100 meter ke kawah itu. Tapi karena judulnya outbond, panitia memaksa peserta mangambil jalan memutar dan menanjak untuk sampai ke sana. Yang paling tidak saya suka adalah keterpaksaan shalat yang tidak bersih. Padahal kan kami anak DKM, tapi kok yaa waktu dan tempat shalatnya kayanya kurang diperhatikan.

Pas kuliah, ternyata dapat rejeki sekali kemping dan sekali outbond di tingkat satu. Yang kemping adalah dalam rangka silaturrahmi keluarga besar FMIPA 2007. Yang outbond adalah karena ikutan workshop KK Fisika Bumi. Di acara yang kedua, kami sempat nyasar karena akang pemandunya salah ambil jalan. Tapi mata dan hati terpuaskan karena kami kami melewati pemandangan kebun teh yang baguus banget.

Nah… di liburan kali ini, sebenarnya ada lagi kemping se-mahasiswa kampus. Tapi males ikut soalnya pakai nginep-nginep segala. Serindu-rindunya pada alam, yang saya sukai adalah kegiatan piknik biasa yang ada kamar mandi bagusnya dan makanan enak yang disiapkan on purpose. Hmm, kayanya saya mau main ke pantai aja di Yogya dan makan lobster. Moga-moga bisa kesampaian di liburan kali ini.

Permalink Leave a Comment

Precious Lesson

May 22, 2009 at 9:46 pm (pengalaman)

Buat cewek dan wanita dan perempuan mana pun… Makanya jangan kebanyakan lagak.

Baca ini.

Permalink Leave a Comment

Nonamirzzu Fans Club!

January 22, 2009 at 12:08 am (pengalaman)

Wa ha ha ternyata adek gue punya fans club sendiri padahal dia nggak jadi selebriti sama sekali(coba kunjungi situssurga.blogspot.com)

Di sana bahkan nama julukan gue sebagai kakaknya yang ditahbiskan dengan kreatifnya oleh papa, mettotmelotot, pun, jadi link ke salah satu website dengan pemilik yang sama pula. Wah wah, papa bisa minta royalti nih:p

I’m so lucky that my Dad is not that materialistic…

Hikmah yang bisa diambil dari nonamirzzufansclub ini adalah: kalau berbuat sesuatu, jangan tangggung-tanggung… berikan yang terbaik sekalian! Termasuk nge-blog, suatu kegiatan sederhana yang ternyata mengundang fans! ha ha ha… lumayan kan kalau ternyata blog kita menarik terus banyak dikunjungi, siapa tahu kalau kita ng-iklan lewat blog kita, barang dagangan kita banyak yang beli…

(jadi teringat saran-saran sakti pak mikra, ha ha ha)

Permalink Leave a Comment

Pecah Telor

January 13, 2009 at 10:32 am (pengalaman)

Ha ha ha pecah telor… akhirnya hari ini terposting juga komentar ilmiah pertama gue di milis fisika Indonesia! Senang juga rasanya… berasa ilmiah gitu:p

Begini nihh bunyinya…

“From: myquantum07 <myquantum07@ yahoo.com>(ini temen gue, si yudi, yang nanya)
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, January 10, 2009 9:24:52 PM
Subject: [FISIKA] APA YANG TERJADI ketika hujan turun ?

> to fisika_ers
> permisi Mas, Mbak… saya mau nanya…
kenapa pada saat turun hujan udara biasanya terasa panas ?
Bagaimana dengan tekanan dan kadar uap nya?????
> Tolong ya…
> Makasih.

Jawab gue…

hi yudi! ternyata kita ketemu di sini, ya mwha ha ha

sepengetahuan
meta, secara singkat pak indra noviandri pernah menjelaskannya waktu
kita tpb. Meta coba terangkan seingat meta aja ya(kimia meta nggak jago2 amat, mungkin ada yang bisa bantu lebih detil penjelasannya)

jadi,
tahu kan kalo di alam ini ada yang namanya sistem entropi, atau derajat ketidakteraturan di alam semesta. Semakin besar entropinya, semakin tidak teratur suatu sistem. Nah, proses kondensasi awan, ternyata adalah proses eksoterm(melepas panas), di mana entropinyamengecil(sehingga awan semakin solid, semakin padat, semakin teratur).
Panas yang kita rasakan di sekitar kita itu adalah panas yang
dilepaskan awan ketika dia memadat.

kalo ga salah sih gitu yud… punteun, amatir banget penjelasannya. “

Pengalaman pertama mungkin memang yang paling mengesankan. Gue masih ingat saat pertama kali otak gue bisa mencerna bahwa gue dimarahin mama habis-habisan. Saat itu gue ketahuan bohong dengan bilang bahwa gue nggak jajan sembarangan. Tapi mama berhasil mengetahui kalo gue bohong, dan efeknya manjur banget: gue nggak pernah berani lagi bohong sama mama sejak saat itu.

Atau pengalaman pertama gue saat naik pesawat sama papa. Wuaa rasanya takjub banget melihat pemandangan awan dan bangunan2 kecil di bawah! Sensasi itu diperparah dengan kenyataan bahwa mbak pramugarinya cantik2 dan makanan di pesawat G***** jaman dulu itu memang masih yang terenak di dunia menurut ensiklopedi otak gue yang masih minim jam terbang dengan berbagai maskapai penerbangan.

Pengalaman pertama gue nyontek berlangsung dengan lancar dan aman2 saja… ha ha ha emang dari kecil gue dah bakat nyontek kali ya… atau wajah gue yang polos menggemaskan  sangat itu menjadikan ibu guru pengawas tidak tega menegur dan mau aja memberi gue nilai enam koma enam di ulangan matematik waktu itu(kelas satu SD).

Cinta pertama gue? Ah rahasia dong…

Permalink 1 Comment

UAS Fismat I, 6 Januari 2009

January 6, 2009 at 2:16 pm (pengalaman)

…Dan mendadak, sinar matahari terasa lebih menghangatkan 

   bunyi kerikil begitu merdu

    dan mendadak, udara Bandung terasa sangat nyaman

   dan kurasakan cinta Allah bersamaku selamanya

Alhamdulillah, yaa Rabb

^_^

Permalink Leave a Comment

Enjoying Life… Finally:)

November 20, 2008 at 3:09 pm (pengalaman)

Jadi gue baru saja mendapat inspirasi hari ini. Ceritanya gue baru pulang dari makan steak bareng si uda(he he he remeh temeh yang nggak penting tapi sangat menyenangkan untuk diingat). Setelah itu pergi menjemput si Mira ke dokter gigi, giginya baru aja dikawat…

Di tengah  sepanjang perjalanan pulang, si Mira merajuk karena gue telat ngejemput. Tapi pikiran gue melayang-layang ke mana-mana, sampai tiba-tiba gue merasa mendapat ilham ini, tepat di titik itu; di jalan kecil di antara kiara condong dan soekarno hatta…

Yang gue pahami sekarang adalah bahwa tak ada ilmu yang sia-sia.

Yang perlu gue lakukan sekarang adalah berusaha dan berdoa semampu gue untuk mencapai ridhoNya.

Dunia, sambutlah aku! Ini aku, Trisna, datang untukmu!

pada akhirnya, aku akan bangga berkata  begitu pada dunia…

Permalink 2 Comments

Rectoverso

November 6, 2008 at 2:22 pm (pengalaman)

Rectoverso; dua sisi mata uang

I never thought that he could actually be this fragile

Thus the concept came slightly in my head, carving such an impression that I will never forget

Permalink Leave a Comment

Next page »